BUPATI NUR ARIFIN BERSAMA FORKOPIMDA TINJAU KESIAPAN RUMAH SINGGAH DAN OBSERVASI DI SMPN 1 POGALAN

berita

15 April 2020

1630
BUPATI NUR ARIFIN BERSAMA FORKOPIMDA TINJAU KESIAPAN RUMAH SINGGAH DAN OBSERVASI DI SMPN 1 POGALAN

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Kapolres dan perwakilan Kodim 0806 meninjau kesiapan rumah singgah dan observasi covid-19 di Kecamatan Pogalan. Rumah singgah dan observasi yang berlokasi di SMPN 1 Pogalan ini dipersiapkan Pemkab Trenggalek bagi para pemudik jika tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, Rabu (15/4). Ditegaskan oleh Bupati Nur Arifin, rumah singgah ini bukan untuk mengisolasi orang yang terkonfirmasi positif covid-19. Akan tetapi dipersiapkan untuk mengobservasi para pemudik yang datang ke Trenggalek khususnya yang datang dari daerah terjangkit covid-19. "Ini bertujuan untuk mereka yang masih memaksa untuk mudik kemudian tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, akan kita observasi dahulu di tempat yang sudah kita sediakan kebetulan yang di Kecamatan Pogalan kita sediakan di SMP Negeri 1 Pogalan," jelas Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Dijelaskan oleh Bupati Nur Arifin bahwa Pemkab Trenggalek saat ini tengah konsen di Kecamatan Pogalan karena di kecamatan ini jumlah orang dalam pemantauan terpantau cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari kunjungan pemudik atau orang dari luar daerah khususnya daerah-daerah yang terjangkit dengan cukup banyak kasus seperti dari Surabaya-Malang dan sebagainya, banyak yang bermukim atau bertempat tinggal sementara di Pogalan. "Ini kalau diteruskan maka akan meningkatkan resiko bagi warga di sekitar. Jika mereka tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri di rumah maka wajib untuk kemudian kita kita tempatkan di rumah singgah dan observasi pelayanan publik ini," ungkapnya. "Kalau kita maksimalkan semua ruangan baik di bawah maupun di atas dan persatu ruangannya bisa diisi 5 sampai 6 bed maka ada 5x20 berarti akan ada 100 yang bisa tertampung di sini," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati menerangkan rumah singgah ini juga akan dilengkapi dengan dapur umum. Untuk kebutuhan logistik akan disediakan Dinas Sosial akan tetapi yang melakukan masak dan sebagainya Pemkab akan berupaya ikut memberdayakan UMKM setempat.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Cak Ipin ini menuturkan sesuai arahan Gubernur Jawa Timur bahwa di setiap kecamatan di ploting minimal ada 1 sekolah untuk difungsikan menjadi rumah singgah dan observasi.

Kendati demikian, diharapkan oleh Bupati tempat yang sudah dipersiapkan sebaik mungkin diharapkan bisa kosong. Artinya semua orang bisa disiplin untuk tidak melaksanakan mudik sehingga juga tidak menjadi resiko bagi kabupaten atau kota maupun desa setempat. Melanjutkan hal itu, Bupati mengatakan Pemkab Trenggalek akan tetap memberikan pelayanan terbaik di rumah singgah ini bagi para pemudik yang terpaksa harus datang ke Trenggalek dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Jadi daripada mudik nanti nggak ketemu keluarga, harus tidur di sini dulu selama 14 hari, di observasi. Lebih baik tunda mudik anda , toh Pak Presiden juga telah mengganti jadwal untuk kemudian cuti hari raya di ganti di bulan lain dalam hal ini bulan Desember," pungkasnya. Diskominfo Trenggalek