Kolaborasi Universitas Telkom dan PT Jwalita Energi Dukung Konservasi Penyu dan Pengembangan Wisata Desa Masaran
Kolaborasi Teknologi untuk Konservasi dan Pariwisata Program ini melibatkan 4 tim dosen dari Kelompok Keahlian Control Electronics and Intelligent Systems (CEIS) yang berkolaborasi dengan PT Jwalita Energi Trenggalek. Melalui program ini, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom Bandung mengusung 4 topik dengan menetapkan mitra penerima manfaat adalah Pokmaswas Pantai Gemawing dan Karang Taruna Desa Masaran. Tujuan pada program ini adalah membantu pengelolaan menggunakan teknologi terapan untuk konservasi penyu dan pengembangan potensi pariwisata menggunakan website yang ada pada Desa Masaran, Kecamatan Munjungan. Adapun 4 topik kegiatan abdimas tersebut terangkum dalam judul berikut ini:
1. Implementasi Energi Terbarukan Dari Matahari Menggunakan Panel Surya Sebagai Suplai Utama Pada Alat Pendeteksi Keberadaan Penyu Di Konservasi Penyu Mutiara Laut Sumbreng, Munjungan, Trenggalek( diketuai oleh: Dr. Muhammad Zakiyullah Romdlony, S.T., M.T., Ph.D.).
2. Penerapan Sistem Iot Untuk Monitoring Tempat Penetasan Telur Penyu Bagi Pokmaswas Mutiara Laut Sumbreng, Munjungan, Trenggalek (diketuai oleh: Ir Herlambang Setiadi, S.T., M.Sc., Ph.D).
3. Alat Pendeteksi Keberadaan Penyu Pada Malam Hari Menggunakan Kamera Infrared Berbasis Yolo Untuk Membantu Penyisiran Dan Relokasi Telur Penyu Di Konservasi Penyu Mutiara Laut Sumbreng, Munjungan, Trenggalek (diketuai oleh: Ramdhan Nugraha, S.Pd., M.T., Ph.D.).
4. Implementasi Website Potensi Pariwisata Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek (Wisata Pantai, Ekowisata Tukik, Pelestarian Habitat Flora Dan Fauna Di Pesisir) Untuk Mempromosikan Dan Memunculkan Potensi Pendapatan Baru (diketuai oleh: Dr. Ir SUDARMONO, S.Si., M.T.).
Dari beberapa topik tersebut saling berkaitan untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan konservasi serta pariwisata yang ada di Desa Masaran.
Audiensi dengan Mitra Kolaborator (3 Nov 2025) Rangkaian kegiatan dimulai dengan audiensi bersama mitra kolaborator, yaitu PT Jwalita Energi Trenggalek. Pertemuan ini membahas rencana teknis serta sinergi pelaksanaan program di lapangan, sekaligus menjadi langkah awal dalam menyamakan persepsi dan peran masing-masing pihak.
Audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek (3 Nov 2025) Selanjutnya, tim abdimas melaksanakan audiensi dan permohonan izin kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Dalam pertemuan tersebut, tim memaparkan rencana kegiatan serta manfaat yang akan diberikan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung konservasi lingkungan dan peningkatan potensi ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Diskusi Mitra Sasaran (3 Nov 2025) Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan kepada mitra sasaran di Desa Masaran, yaitu Karang Taruna Desa Masaran dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Mutiara Laut Sumbreng. Pada kesempatan ini dilakukan diskusi langsung terkait kebutuhan lapangan serta potensi pengembangan yang dapat dioptimalkan melalui program abdimas, sehingga solusi yang dikembangkan dapat tepat guna dan berkelanjutan.
Observasi Lokasi Konservasi (4 Nov 2025) Keesokan harinya, tim melaksanakan observasi langsung ke lokasi konservasi penyu di kawasan pantai Desa Masaran. Observasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi riil di lapangan sebagai dasar dalam perancangan dan implementasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan konservasi penyu.
Rencana Lanjutan Setelah seluruh rangkaian kegiatan awal selesai, tim dosen kembali ke Bandung untuk melanjutkan tahap pengembangan alat dan sistem yang akan diterapkan. Selain itu, tim juga melakukan perencanaan untuk kunjungan kedua yang akan difokuskan pada implementasi teknologi secara langsung di lokasi kegiatan. Melalui program ini, diharapkan kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah daerah dapat memberikan dampak positif dalam pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan potensi pariwisata berbasis teknologi di Kabupaten Trenggalek, khususnya di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan.
Kolaborasi Teknologi untuk Konservasi dan Pariwisata Program ini melibatkan 4 tim dosen dari Kelompok Keahlian Control Electronics and Intelligent Systems (CEIS) yang berkolaborasi dengan PT Jwalita Energi Trenggalek. Melalui program ini, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom Bandung mengusung 4 topik dengan menetapkan mitra penerima manfaat adalah Pokmaswas Pantai Gemawing dan Karang Taruna Desa Masaran. Tujuan pada program ini adalah membantu pengelolaan menggunakan teknologi terapan untuk konservasi penyu dan pengembangan potensi pariwisata menggunakan website yang ada pada Desa Masaran, Kecamatan Munjungan. Adapun 4 topik kegiatan abdimas tersebut terangkum dalam judul berikut ini:
1. Implementasi Energi Terbarukan Dari Matahari Menggunakan Panel Surya Sebagai Suplai Utama Pada Alat Pendeteksi Keberadaan Penyu Di Konservasi Penyu Mutiara Laut Sumbreng, Munjungan, Trenggalek( diketuai oleh: Dr. Muhammad Zakiyullah Romdlony, S.T., M.T., Ph.D.).
2. Penerapan Sistem Iot Untuk Monitoring Tempat Penetasan Telur Penyu Bagi Pokmaswas Mutiara Laut Sumbreng, Munjungan, Trenggalek (diketuai oleh: Ir Herlambang Setiadi, S.T., M.Sc., Ph.D).
3. Alat Pendeteksi Keberadaan Penyu Pada Malam Hari Menggunakan Kamera Infrared Berbasis Yolo Untuk Membantu Penyisiran Dan Relokasi Telur Penyu Di Konservasi Penyu Mutiara Laut Sumbreng, Munjungan, Trenggalek (diketuai oleh: Ramdhan Nugraha, S.Pd., M.T., Ph.D.).
4. Implementasi Website Potensi Pariwisata Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek (Wisata Pantai, Ekowisata Tukik, Pelestarian Habitat Flora Dan Fauna Di Pesisir) Untuk Mempromosikan Dan Memunculkan Potensi Pendapatan Baru (diketuai oleh: Dr. Ir SUDARMONO, S.Si., M.T.).
Dari beberapa topik tersebut saling berkaitan untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan konservasi serta pariwisata yang ada di Desa Masaran.
Audiensi dengan Mitra Kolaborator (3 Nov 2025) Rangkaian kegiatan dimulai dengan audiensi bersama mitra kolaborator, yaitu PT Jwalita Energi Trenggalek. Pertemuan ini membahas rencana teknis serta sinergi pelaksanaan program di lapangan, sekaligus menjadi langkah awal dalam menyamakan persepsi dan peran masing-masing pihak.
Audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek (3 Nov 2025) Selanjutnya, tim abdimas melaksanakan audiensi dan permohonan izin kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Dalam pertemuan tersebut, tim memaparkan rencana kegiatan serta manfaat yang akan diberikan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung konservasi lingkungan dan peningkatan potensi ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Diskusi Mitra Sasaran (3 Nov 2025) Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan kepada mitra sasaran di Desa Masaran, yaitu Karang Taruna Desa Masaran dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Mutiara Laut Sumbreng. Pada kesempatan ini dilakukan diskusi langsung terkait kebutuhan lapangan serta potensi pengembangan yang dapat dioptimalkan melalui program abdimas, sehingga solusi yang dikembangkan dapat tepat guna dan berkelanjutan.
Observasi Lokasi Konservasi (4 Nov 2025) Keesokan harinya, tim melaksanakan observasi langsung ke lokasi konservasi penyu di kawasan pantai Desa Masaran. Observasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi riil di lapangan sebagai dasar dalam perancangan dan implementasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan konservasi penyu.
Rencana Lanjutan Setelah seluruh rangkaian kegiatan awal selesai, tim dosen kembali ke Bandung untuk melanjutkan tahap pengembangan alat dan sistem yang akan diterapkan. Selain itu, tim juga melakukan perencanaan untuk kunjungan kedua yang akan difokuskan pada implementasi teknologi secara langsung di lokasi kegiatan. Melalui program ini, diharapkan kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah daerah dapat memberikan dampak positif dalam pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan potensi pariwisata berbasis teknologi di Kabupaten Trenggalek, khususnya di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan.

